Archive for March, 2006

TILANG 2,5 JAM…!

Monday, March 6th, 2006

Senin ini sepertinya bukan hari yang baik buat saya. Sore
tadi, jam 16.45 ketika baru meluncur keluar kantor, di persimpangan lampu merah
dekat kantor Metrotv, saya berpapasan dengan sedan patwal polisi. Cuek —
seperti biasa, saya potong dan tetep nyetir seperti biasa.

 

Tiba di lampu merah grand angkasa — memasuki jl.sutomo,
ternyata mobil patwal itu memang mengikuti mobil saya. Kemudian dia melewati
saya dan memberi tanda agar saya minggir. Saya tidak mau minggir dan memotong
mobilnya. Polisi sialan itu langsung meng-klakson saya dengan klakson towa nya
itu. Benar-benar menyebalkan. Dan karena emosi, saya berhenti juga. Saya diam
saja di mobil sampai si pak polisi itu menghampiri ke mobil.

 

Bla bla bla….. singkat cerita ada ‘kesalahan prosedur’ (bukan
safety belt loh!) di mobil saya yang menurutnya harus ditindaklanjuti. Saya
sempat bersilat lidah dengan dia, namun saya putuskan tidak mau ribet. Pada
dasarnya saya memang paling tidak bisa berbasa-basi dan ‘minta maaf dengan
memberi uang’ akhirnya saya berikan surat2 saya ke dia (

surat

cinta kaleee…). Sebelumnya sih saya berkeras tidak mau kasih, dan si bapak
kelihatan tidak sabar. Dia bilang : “Sekali lagi Buk, dengan hormat, mohon
tunjukkan SIM dan STNK nya. Silahkan saja Ibu menelepon, tapi tolong SIM &
STNK…”

 

“Eh Pak. Sabar dong, saya gak bakalan lari. Semuanya lengkap
kok.”

 

Kemudian ketika nomor tujuan yang saya tuju telah tersambung
dan saya berikan HP saya kepadanya, dia pun bicara dengan manggut2 di HP. “Saya
bisa Bantu, Pak. Iya… bener pak, saya tidak tahu…. Iya pak. Iya. Soalnya tadi
Ibu ini tidak minta tolong pada saya. Nah, sekarang saya sudah sempat menulis
buku tilang Pak.”

 

Brengsek gak sih! Jelas-jelas tadi ketika saya meminta
waktu, dia buru2 minta surat2 untuk dituliskan di buku tilangnya itu. Saya
bilang, silahkan saja tulis buku tilangnya itu.

 

Saya biarkan dia menuliskan buku tilangnya, dan mengambil
STNK saya sebagai jaminan. Katanya,

surat

itu masih ada padanya sampai sore itu, dan dia akan ada di Pos Polisi Lap.
Merdeka sampai dengan jam 18.00. Saudara saya menelepon dan menyuruh saya
menunggu saja di rumah, biar dia yg menyelesaikan masalah tersebut.

 

Sekitar pukul 19.30, STNK saya sudah kembali dengan selamat
ke tangan saya. Diantar sama adik angkat saudara saya itu. Gile bener……!!
Setahu saya buku tilang kalau sudah dirobek, harus diproses dan masuk
pengadilan. Saya tanya tadi sama yg antar, “Bicara apa polisinya?” “Ga ada.
Langsung dikasih aja.”

 

Tips : hati2 sama polisi

Medan

(ato polisi dimana sajalah…)!! Ada aja akal bulusnya.

^_^ *Peaceee……..*