Umroh. Day 1, 8 Apr 2006 :

Kemarin sore saya
baru tiba dari Jkt setelah lebih kurang delapan hari saya dan keluarga saya
pergi ke Jeddah untuk melaksanakan ibadah umroh. Kami bersembilan; saya, abang
& istri, ayah & ibu, serta satu sepupu saya dari Medan, bergabung
bersama Bou & Makela saya dan seorang anaknya yang tinggal di Jkt.

Ini adalah umroh
pertama bagi kami keluarga di Medan sehingga kami cukup excited
melaksanakannya.

So, berikut pengalaman saya… :) Otw_to_jeddah

Day 1, 8 Apr 2006 :

Sesuai rencana di
tiket, kami seharusnya berangkat jam 13.30 dengan Saudi Arabian Airlines. Tapi
ketika tiba di sana jam 11.30, tahu-tahu pihak travel mengabarkan kalau
penerbangan delayed sampai jam 15.30!
Padahal saya dan keluarga saya sudah cabut dari Arya Duta cepat-cepat, sampai
ngebut di jalan tol. Hayahhh… benar-benar membosankan. Akhirnya kita semua
menunggu di Citibank Lounge, ngobrol-ngobrol, makan, dll. Tapi lounge nya
jelek, makanan cuma lontong sate dan mie goreng yang tidak begitu enak. Pilihan
minuman juga tidak begitu menarik.

Karena bosan, saya
jalan-jalan ke duty free shop di
bandara, bersama abang saya & istrinya. Setelah membeli saos ABC ( ! ),
kita kembali lagi ke lounge.

Sempat tertidur,
lalu ketika terbangun pukul 15.00, saya mendapat telepon dari teman saya. Dia
lagi di bandara, dan akhirnya saya memutuskan untuk keluar menemuinya.

Sebenarnya saya
agak ragu, karena boarding time nya
jam 15.30. Tapi kan di papan masih tertera : “delayed” begitu pikir saja.

Setelah
ngobrol-ngobrol sebentar, saya agak cemas juga. Sudah 15.15. Tapi kok di papan
masih “delayed” juga? Akhirnya saya putuskan untuk masuk saja. Ketika melewati
bagian pemeriksaan boarding pass,
tahu-tahu : “Panggilan ditujukan kepada Ibu ………, penumpang pesawat Saudi
Arabian Airlines, tujuan Jeddah, diminta segera naik ke pesawat!” GUBRAK!! Saya
langsung lari. Hp saya berbunyi, saya angkat, dari ayah saya. Ngomel-ngomel
beliau (Duh…! Tapi saya berusaha tenang menjawab, walaupun panik juga). Saya
minta maaf pada orang2 di antrian karena telah memotong antrian, lalu saya
paksa agar petugasnya segera memeriksa ulang paspor & boarding pass saya.
“Sebentar ya Bu.” Katanya. Pengeras suara lagi-lagi kembali mengulangi
panggilannya. Nah, akhirnya tiba giliran saya, dan si petugas langsung menyuruh
saya segera berlari ke dalam. “Wah, bu. Ini sudah boarding. Langsung masuk saja
Bu. Segera.” Yeeee……… gw bilang juga apa.

Saya langsung lari . Lari.
Lari. Sekencangnya. Lari di sepanjang koridor pertokoan yang panjang itu. Di kejauhan seorang
petugas SaudiA melihat saya dan berlari juga menghampiri. “Ayo Bu, cepat Bu.
Lari Bu.” Sampai depan pemeriksaan, lagi-lagi harus berhenti sebentar, lalu saya lari lagi….
Aduh..!! Ngos-ngosan…! Sprint di siang hari.

Saya lihat di ujung
sana wajah cemberut ayah saya (hihihi…), beserta tiga saudara lelaki saya.
Ternyata tinggal menunggu saya saja. Pfiuhhh..!! Biarpun sempat diomelin, tapi
tak lama wajahnya sudah normal kembali.

Dalam hati saya
masih sedikit merasa tidak bersalah. Siapa suruh boarding time di papan tsb tidak update? Tapi, sebenarnya salah kita juga. Kita menunggu di lounge terlalu lama, bukannya di ruang
tunggu, jadi tidak tahu perkembangan terakhir.
J

 

16.00 wib. Pesawat take off. Jakarta -Riyadh (transit) –
lalu ke Jeddah. Penerbangan memakan waktu 8,5 jam. Di pesawat kita mengobrol,
makan (bolak-balik di-serve makanan), dan sedikit tertidur.

Sekitar pukul 00.30
wib, atau 20.30 wkt setempat, SaudiA mendarat di Riyadh. Sebagian besar penumpang,
termasuk diantaranya tkw asal Indo, turun di Riyadh. Suasana kota Riyadh
dilihat dari atas SaudiA, terang sekali di malam hari, semua lampunya berwarna
kuning. Ketika sedang terkantuk-kantung, HP ayah berbunyi kuat sekali! Hayah…
buat kaget orang saja.

1jam kemudian,
perjalan dilanjutkan ke Jeddah. SaudiA tiba di Jeddah around 11. waktu setempat. Sebagian penumpang sudah berpakaian
ihram, ternyata mereka malam itu juga langsung lanjut ke Mekah untuk thawaf.

Kami dijemput oleh
perwakilan Patuna Travel di Jeddah, Khaidar. Langsung ke Red Sea Palace, karena
semua sudah capek. Di belakang Red Sea Palace terdapat aliran Laut Merah, tapi
airnya ya keruh… agak-agak butek.

Leave a Reply