Umroh. Day 8, 15 Apr 2006
Day 8, 15 Apr 2006
Ini adalah hari
terakhir kami di Arab Saudi. Pesawat menurut rencana akan berangkat jam 21.40
waktu setempat, sehingga kami punya waktu untuk jalan-jalan ke daerah pertokoan yang Al Ballad yang
jaraknya dekat saja dari Red Sea.
Jalan kaki ke
Ballad, lalu ke toko parfum. Si tukang jual parfum bilang, “Krisdayanti ambil
20botol tidak discount…” ketika ipar saya menawar harga parfum. Tapi emang
di-diskon kok. Bou saya beli banyak parfum untuk cucu-cucu lelakinya, sementara
saya sih kesempatan. Masukkan parfum dan lotion
yang saya pilih, lalu ayah saya langsung bayar sekalian dengan yang lain-lain.
Ketika beliau tahu saya punya ada 3, langsung pusing kepalanya. Hihihih….. :p
Pulang dari situ,
saya berempat dengan ipar, bou, dan Khaidar kembali ke Ballad. Ke toko Ali
Murah, bou saya ingin cari sejadah lagi untuk oleh-oleh. Saya tidak memilih
apa-apa, tapi ketika saya lihat ada : parfum roll on, saya langsung tertarik.
Wah…!! Banyak sekali parfum roll on dengan berbagai merk terkenal. Langsung
saya ambil saja beberapa buah untuk oleh-oleh ke saudara. Ipar saya juga. Dan
bou saya juga. Oh iya, Ali Murah itu terima rupiah lho…. lumayan, menghemat
riyal.
Balik ke hotel,
saya pamerkan parfum roll on itu ke abang saya. Langsung dia paksa saya temanin
dia beli ke Ali Murah, tapi karena sudah capek saya menolak. Dia langsung
ngomel-ngomel kembali ke kamarnya. Hhihihi…. Ya habis, giliran diminta
nemenin gak mau, tapi giliran dia mo belanja, langsung minta dikawanin, biar
ada yang menawar. :p
Jam 18.10 kami tiba
di Bandara. Check in barang-barang dan juga air zam-zam (masing2 dapat 5ltr). Rasanya
lamaaaaaaaaa……………………. sekali menunggu jam 21.40 itu.
Bolak-balik, bolak-balik, akhirnya apa yang gak perlu dibeli jadi kebeli juga
di bandara itu.
Tapi.
Ada sesuatu yang
merusak pemandangan. Apa itu?
Malam itu bandara
penuh oleh para TKW Indonesia yang akan pulang kembali ke Indonesia (Jakarta).
Mereka berpakaian tidak cukup sopan untuk daerah Jeddah. Pakaian ketat
mencolok, ada pula yang transparan dan bolong-bolong (maksudnya ada lobang-lobang kecil gt lah,
tahu dah apa istilahnya), atau yang lengannya terlalu pendek.
*Memang
sih, di Jeddah, boleh saja tidak memakai penutup kepala, tapi setiap wanita
diwajibkan memakai “abaya” bila berada di tempat umum. Abaya itu pakaian hitam
panjang (hanya hitam, bukan warna lain). Di Jeddah, nonmuslim juga wajib
memakai abaya, walau tidak wajib pakai kerudung. Kalau di Mekah dan Madinah,
adalah tanah haram, jadi non muslim dilarang masuk kesana. Lajur jalan
raya untuk masuk ke kota Jeddah juga terpisah antara jalur muslim dan
non-muslim.*
Belum lagi cekakak
cekikik mereka, lalu obrolan genit yang kuat sehingga terdengar oleh orang
lain. Seperti ketika mengantri untuk naik pesawat, di belakang kami terdengar
tawa-tawa genit. “Ngapain lagi dipakai abayanya… kan udah mau pulang.” Atau.
“Untung aku dapat bos yang baik, suka begini.. begini…..” bla bla bla…
Bou saya sampai
geram mendengarnya. “Perasaan maid
kita di rumah saja tidak begini kurang ajarnya. Pantas saja orang-orang Arab
itu marah sama mereka (maksudnya soal kasus pemukulan tkw dll –ed) , kita saja
kalau dapat maid seperti ini marah.”
Saya jadi mengerti
sekarang, kenapa orang Arab memandang rendah terhadap orang Indonesia, khususnya
wanita. L ternyata wanita nya sendiri yang tidak
bisa menghargai dirinya. Kasihan sekali.
Jam 23. lewat,
pesawat take off.
Zzzz………zzzzzzzz……….zzzzzzz………..
tidur tidur tidur.